KEMARAU DAN KABUT ASAP TAK SURUTKAN SEMANGAT, 340 PESERTA RAMAIKAN LOMBA MANCING UDANG GALAH DI SUNGAI SAMBAS KECIL

Kemarau dan Kabut Asap Tak Surutkan Semangat, 340 Peserta Ramaikan Lomba Mancing Udang Galah di Sungai Sambas Kecil
Meski musim kemarau dan kabut asap telah berlangsung kurang lebih dua bulan di Kabupaten Sambas, semangat para penghobi mancing udang galah ternyata tidak ikut surut. Hobi tetap berjalan, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian sungai.
Hal tersebut terlihat dalam Lomba Mancing Udang Galah dalam rangka Anniversary Komunitas ATAC (Air Tangkah Angler Community) Season 2 yang digelar di Sungai Sambas Kecil, Dusun Rantau Barat, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi. Sekitar 340 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sambas ikut ambil bagian. Bahkan, peserta dari komunitas penghobi mancing asal Kota Singkawang turut hadir meramaikan kegiatan.
Kepala Desa Rantau Panjang, Heri Antoni, S.Pi., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota komunitas maupun peserta perorangan.
“Selain sebagai ajang hobi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi, baik antar-komunitas maupun peserta perorangan,” ujar Heri Antoni.

Menurutnya, keberadaan komunitas penghobi mancing memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan sungai.
Heri menilai komunitas dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem sungai, seperti meracuni ikan dan udang maupun menggunakan alat setrum.
“Komunitas ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga lingkungan, khususnya sungai. Kita bersama-sama mencegah aktivitas yang dapat merusak ekosistem, seperti meracuni udang dan ikan maupun menggunakan setrum,” jelasnya.
Selain persoalan penangkapan yang merusak, kebersihan sungai juga menjadi perhatian. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai diharapkan tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah.
Menurut Heri, sungai bukan hanya tempat mencari ikan dan udang, tetapi juga bagian penting dari kehidupan masyarakat yang harus dijaga secara bersama-sama.
Ia berharap kegiatan komunitas seperti lomba mancing udang galah tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun kesadaran bahwa kelestarian sungai merupakan tanggung jawab bersama.
Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Sambas, antusiasme ratusan peserta menunjukkan bahwa kegiatan positif masyarakat tetap dapat berjalan.
Lomba mancing udang galah pun menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Di balik hobi dan persaingan mendapatkan hasil terbaik, terselip pesan kuat tentang persaudaraan, kebersamaan, serta pentingnya menjaga sungai agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.(Amrul Tabloid Bidik Operation News/ajmgroup)