FKP RSUD PEMANGKAT PELAYANAN MEMBAIK, MASYARAKAT DORONG PENGUATAN RUMAH SAKIT STRATEGIS DI PERBATASAN

FKP RSUD Pemangkat: Pelayanan Membaik, Masyarakat Dorong Penguatan Rumah Sakit Strategis di Perbatasan
Masyarakat mengapresiasi peningkatan kualitas pelayanan RSUD Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, masyarakat juga mendorong pemerintah memperkuat kapasitas rumah sakit tersebut sebagai salah satu fasilitas kesehatan strategis di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Harapan tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD Pemangkat yang digelar pada Rabu, 9 September 2026.
Forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dewan Pengawas yang diwakili sekretaris, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, komite rumah sakit, Camat Pemangkat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur terkait lainnya.
Pelayanan Dinilai Terus Mengalami Perbaikan
Masyarakat peserta forum menilai pelayanan RSUD Pemangkat menunjukkan perkembangan positif di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Pemangkat, dr. Yana Sumartana, M.A.P., bersama jajaran dokter, tenaga kesehatan, dan seluruh petugas rumah sakit.
Sejumlah perbaikan terlihat dari penguatan fasilitas pelayanan, digitalisasi, pendaftaran daring, sistem antrean, SIMANTEP, hingga berbagai layanan penunjang lainnya.
Dari sisi mutu pelayanan, RSUD Pemangkat juga telah berstatus Akreditasi Paripurna.
Dalam forum tersebut turut ditampilkan capaian Indeks Pelayanan Publik (IPP) sebesar 4,53 yang berada dalam kategori pelayanan prima. Sementara penilaian pengguna melalui Google Review tercatat 4,5 dari 782 ulasan pada tampilan yang dipaparkan dalam kegiatan.
Capaian tersebut dinilai menjadi hal yang patut diapresiasi. Namun, masyarakat mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan juga harus diikuti dengan konsistensi dalam menjaga mutu, keselamatan pasien, serta kemampuan rumah sakit menghadapi peningkatan kebutuhan pelayanan.
BOR 94,7 Persen, Kapasitas Perlu Diperkuat
Dorongan penguatan kapasitas rumah sakit tidak terlepas dari tingginya pemanfaatan layanan rawat inap.
Data tahun 2025 mencatat RSUD Pemangkat memiliki 187 tempat tidur, dengan tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 94,7 persen.
Pada periode yang sama, jumlah penduduk Kabupaten Sambas tercatat sekitar 661 ribu jiwa.
Kabupaten Sambas sendiri memiliki tiga rumah sakit umum daerah milik pemerintah, yakni RSUD Pemangkat, RSUD Sambas, dan RSUD Teluk Keramat. Dari ketiga rumah sakit tersebut, RSUD Pemangkat memiliki kapasitas tempat tidur terbesar sekaligus tingkat pemanfaatan rawat inap yang tinggi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat menilai pengembangan RSUD Pemangkat perlu dilakukan secara terencana dan berbasis kebutuhan nyata.
Didorong Jadi Rumah Sakit Rujukan Strategis
Posisi RSUD Pemangkat juga dinilai semakin strategis dalam sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sambas dan kawasan sekitarnya.
Publikasi resmi DPRD Kabupaten Sambas pada September 2026 menyebut adanya dukungan terhadap RSUD Pemangkat sebagai rumah sakit rujukan stroke untuk wilayah Singbebas.
Masyarakat peserta forum juga menyampaikan bahwa pelayanan RSUD Pemangkat tidak hanya dimanfaatkan masyarakat di sekitar Pemangkat, tetapi turut menjadi tujuan pasien dari wilayah kepulauan maupun kabupaten lainnya.
Karena itu, masyarakat mendorong agar pemerintah melakukan pemetaan secara berkala terhadap asal pasien, pola rujukan, tingkat keterisian tempat tidur, waktu tunggu pelayanan, serta kebutuhan jenis layanan.
Langkah tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan pengembangan rumah sakit benar-benar berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat.
Tidak Sekadar Bangun Gedung
Masyarakat berharap penguatan RSUD Pemangkat tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menyentuh seluruh komponen pelayanan kesehatan.
Beberapa prioritas yang dinilai penting antara lain peningkatan kapasitas tempat tidur, pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis, penambahan tenaga kesehatan, penguatan alat diagnostik, fasilitas kegawatdaruratan, ruang intensif, layanan penunjang, serta sistem rujukan.
Perencanaan pengembangan rumah sakit juga diharapkan menggunakan proyeksi kebutuhan lima hingga sepuluh tahun ke depan, dengan mempertimbangkan pertumbuhan penduduk, perubahan pola penyakit, mobilitas pasien, kebutuhan tenaga medis, serta perkembangan beban pelayanan.
Dengan semakin banyak kasus yang dapat ditangani secara aman di daerah sendiri, masyarakat berharap beban waktu, biaya, serta perjalanan yang harus ditanggung pasien dan keluarga dapat ditekan.
Usulkan Pusat Informasi dan Navigasi Pasien
Dalam forum tersebut, masyarakat juga mengusulkan pembentukan Pusat Informasi dan Navigasi Pasien pada titik awal pelayanan rumah sakit.
Pusat layanan tersebut diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga memperoleh informasi yang jelas mengenai jenis pelayanan, jadwal, persyaratan administrasi, mekanisme rujukan, serta lokasi unit pelayanan sejak pertama kali datang ke rumah sakit.
Layanan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsultasi medis, tetapi membantu masyarakat memperoleh kepastian informasi, mengurangi kebingungan, mempercepat akses ke unit pelayanan, sekaligus meningkatkan rasa aman selama menjalani proses pelayanan kesehatan.

“Rumah sakit adalah tempat manusia datang membawa rasa sakit, kecemasan, dan harapan. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak boleh kehilangan nilai kemanusiaannya. Administrasi adalah alat, anggaran adalah sarana, dan gedung adalah wadah, tetapi keselamatan, martabat, serta kepastian pelayanan bagi pasien tetap menjadi tujuan utama.”
Penguatan Perlu Dukungan Lintas Pemerintahan
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sambas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI memberikan perhatian lebih terhadap penguatan RSUD Pemangkat.
Dukungan tersebut diharapkan diwujudkan melalui kebijakan, anggaran, sumber daya manusia kesehatan, peralatan medis, serta pembangunan dan pengembangan fasilitas yang sebanding dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat.
Sebagai rumah sakit yang berada di wilayah kabupaten perbatasan, RSUD Pemangkat dinilai memiliki posisi penting dalam memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kesehatan di kawasan perbatasan.
Dorong Ekosistem Kesehatan di Sambas
Dalam jangka panjang, masyarakat juga berharap Kabupaten Sambas tidak hanya memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi mulai membangun ekosistem kesehatan yang lebih lengkap.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah mendorong hadirnya perguruan tinggi atau kampus di bidang kesehatan yang dapat berkontribusi mencetak dan mempertahankan tenaga kesehatan dari daerah sendiri.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan mulai melakukan kajian akademik dan analisis kebutuhan pelayanan secara serius terkait kemungkinan pengembangan rumah sakit jiwa atau fasilitas pelayanan kesehatan jiwa yang lebih representatif di Kabupaten Sambas.
Harapan tersebut dinilai menjadi bagian dari kebutuhan pembangunan kesehatan yang lebih komprehensif.
Pada akhirnya, penguatan RSUD Pemangkat diharapkan tidak hanya diukur dari bertambahnya gedung, tempat tidur, atau peralatan, tetapi dari kemampuan rumah sakit memberikan pelayanan yang aman, cepat, bermutu, mudah diakses, dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.
Bagi masyarakat Kabupaten Sambas dan kawasan sekitarnya, rumah sakit bukan sekadar fasilitas pelayanan kesehatan, melainkan bagian penting dari sistem perlindungan dan harapan ketika masyarakat menghadapi persoalan kesehatan.