KETUA MUI KECAMATAN JAWAI,H.SURYADI: PEMUDA HARUS ADAPTIF TERHADAP PERKEMBANGAN ZAMAN DAN BERPEGANG TEGUH PADA NILAI AGAMA

Ketua MUI Kecamatan Jawai,H.Suryadi : Pemuda Harus Adaptif terhadap Perkembangan Zaman dan Berpegang Teguh pada Nilai Agama
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jawai, H. Suryadi, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Sambas dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Fraksi Golkar, menyampaikan bahwa pemuda merupakan aset bangsa yang harus dijaga, dibina, dan diberdayakan agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Menurutnya, generasi muda harus memiliki semangat patriotisme, kegigihan, dan empati sebagaimana semangat yang diusung dalam tema “Patriotik, Gigih, Berempati; Pemuda untuk Indonesia.”
H. Suryadi menegaskan, pemuda harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sehingga dapat memanfaatkannya untuk hal-hal positif, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong kemajuan bangsa.
“Pemuda merupakan aset bangsa yang harus kita jaga dan berdayakan sesuai dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi, termasuk AI, harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai generasi muda justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, judi online, dan berbagai penyakit masyarakat lainnya,” pesannya.
Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat karakter, menjaga moralitas, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Selain menyoroti peran pemuda dalam pembangunan bangsa, H. Suryadi juga menyampaikan komitmen MUI Kecamatan Jawai dalam memperkuat pembinaan keagamaan melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara rutin.
Salah satu kegiatan tersebut adalah program Sajadah Fajar yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MUI Kecamatan Jawai untuk meningkatkan kesadaran beragama dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
MUI Kecamatan Jawai juga menyelenggarakan kegiatan tahsin Al-Qur’an yang dibimbing oleh Ustaz Hidayat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dan telah berjalan selama 10 minggu.
Menurut H. Suryadi, kegiatan tahsin tidak hanya bertujuan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi juga meningkatkan pemahaman terhadap makna ayat-ayat yang dibaca, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan juga diberikan kepada para imam melalui kegiatan rutin setiap malam Minggu. Kegiatan ini bertujuan membantu para imam menjaga hafalan Al-Qur’an, memperbaiki kualitas bacaan, serta memperdalam pemahaman terhadap makna ayat yang dibaca ketika memimpin salat.
“Harapan kita, melalui kegiatan tahsin ini, para peserta dan imam tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami maknanya dan mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan pembinaan tersebut.
H. Suryadi berharap pembinaan generasi muda harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai agama. Menurutnya, kemajuan teknologi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman perlu diimbangi dengan akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda serta berbagai program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan MUI Kecamatan Jawai, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas, religius, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun Indonesia.
Semangat Sumpah Pemuda, lanjutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam dunia pendidikan, pemanfaatan teknologi, kegiatan sosial, maupun pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat patriotik, gigih, dan berempati, pemuda diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu menjaga persatuan, menjauhi perilaku negatif, serta membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.(Amrul Tabloid Bidik Operation (ajmgroup)