WARTAWAN DIPUKUL USAI RDP DI DPRD PROBOLINGGO, TANGGUNG JAWAB DIPERTANYAKAN

Wartawan Dipukul Usai RDP di DPRD Probolinggo, Tanggung Jawab Dipertanyakan

Probolinggo, Prestasi .

  • Seorang wartawan diduga menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal di halaman Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat (27/2/2026). Insiden tersebut memicu kecaman dan keprihatinan dari berbagai kalangan.

Kuasa hukum korban, Ahmad Mukhoffi, menyatakan bahwa kliennya menjadi korban pemukulan saat menjalankan tugas jurnalistiknya. “Klien kami diduga dipukul oleh seseorang yang sementara ini masih disebut Mister X. Kami berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada identitas samar, tetapi benar-benar mengungkap siapa pelaku dan bagaimana peristiwa ini bisa terjadi,” tegasnya.

Sorotan lebih tajam datang dari Ketua LSM AMPP, Lutfi Hamid, yang menilai bahwa tanggung jawab tidak bisa hanya dibebankan kepada sosok pelaku semata. “Seharusnya yang bertanggung jawab adalah koordinator RDP. Dialah yang membawa massa. Jika benar ada yang hadir dengan kondisi tidak kondusif, bahkan tercium bau minuman, maka itu sudah menjadi alarm bahwa pengendalian massa tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Lutfi juga menyinggung pemberitaan yang menyebut bahwa koordinator kegiatan tersebut merupakan bagian dari Laskar Jogo Probolinggo. “Kalau memang diakui bahwa RDP kemarin dikoordinir oleh Laskar Jogo Probolinggo, maka segala bentuk kekerasan yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab mereka,” tegasnya.

Peristiwa ini juga memicu reaksi dari masyarakat dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Mereka menuntut agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan yang lebih mendalam dan transparan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik pemukulan tersebut.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan publik menanti apakah penegakan hukum akan menelusuri peristiwa ini hingga ke akar, atau berhenti pada bayang-bayang Mister X. “Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut keadilan bagi korban,” kata Ahmad Mukhoffi.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Probolinggo juga telah mengeluarkan pernyataan sikap untuk mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan dan menuntut agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan yang lebih serius. “Kami tidak akan mentolerir tindakan kekerasan terhadap wartawan dan akan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan,” kata Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo.( Fen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *