KETUA KONI LUMAJANG MENJAWAB DENGAN TOREHAN PRESTASI, ATLIT LUMAJANG ALHAMDULILLAH “TIDAK MATRE”

Ketua KONI Lumajang Menjawab Dengan Torehan Prestasi, Atlit Lumajang Alhamdulillah “Tidak Matre”
Lumajang, Prestasi.
— Raihan medali Porprov Kontingen Kab Lumajang,23 Medali Emas, 10 perak dan 24 perunggu membuktikan keseriusan pembinaan yang baik yang dilakukan oleh KONI Lumajang, sehingga memberikan torehan prestasi spektakuler utamanya kenaikan Hampir 400 Persen kenaikan Medali emasnya,inilah cuplikan wawancara wartawan Tabloid Prestasi ” Joe ” dengan Budi Satria SE , Ketua umum KONI Lumajang.
Selamat siang Pak Ketum, bagaimana kesan anda dengan suksesnya di PORPROV? Prestasi yang cukup membanggakan lah kalau menurut teman-teman media ini spektakuler dengan reputasi prestasi yang demikian tinggi. Apa kesannya?
Kesan pertama Alhamdulillah kita bersyukur sama Allah Sudah diberikan sebuah prestasi yang membangkakan untuk masyarakat Lumajang. Tapi dibalik itu semua yang paling luar biasa dan paling spektakuler itu adalah atlet-atlet Kabupaten Lumajang, di mana mereka punya semangat juang yang tinggi untuk mempersembahkan medali, khususnya medali emas untuk Kabupaten Lumajang. Karena kita juga punya, apa namanya, punya slogan yang memang kita ciptakan sebelum PORPROV kemarin yaitu Ganas, Gerakan Atlet Menang Emas. Jadi itu memang benar-benar dipahami, dilakukan oleh atlet-atlet Lumajang sehingga yang kemarin kita PORPROV sebelumnya hanya memperoleh 6 medali emas, kemarin kita langsung naik ke 23 medali emas.

Apa rahasia pembinaannya? kok bisa se-dahsyat atau se-fenomena itu sehingga bisa mengangkat prestasi? Apakah ada tips atau cara khusus dalam pembinaan-pembinaan prestasi?
Kalau cara khususnya kita sebetulnya hamper sama seperti sebelum-sebelumnya. Hanya yang membedakan memang di PORPROV kali ini kita mengajak duduk bersama dengan ketua-ketua cabor, kita diskusikan bersama untuk bagaimana pemusatan latihannya, kemudian bagaimana training center-nya, kemudian sampai kepada PORPROV-nya. Sehingga kita semuanya sama-sama kolaborasi, sama-sama bekerja untuk yang terbaik bagi kabupaten lumajang . Itu mungkin yang memang sebelum-sebelumnya belum pernah kita lakukan. Sehingga termasuk anggaran, pembiayaan itu kita semuanya berikan kepada cabor-cabor untuk dikelola bersama-sama.
Pasca PORPROV ini kan mungkin ada beberapa atlet lumajang yang terpilih untuk memperkuat Jawa Timur di PON NTB-NTT, apa ada perlakuan khusus untuk atlet yang terpilih nanti?
Kalau mereka nanti terpilih masuk PUSLATDA PON di Jawa Timur, selama ini kita tidak ada perlakuan khusus untuk kesana karena secara pembinaan sudah beralih. Mereka bukan menjadi asetnya Lumajang saja, tapi menjadi asetnya Jawa Timur, dan yang membina mereka nanti langsung dari Provinsi Jawa Timur. Nah, mungkin kita dorong mereka ini untuk tetap bisa kembali ke Lumajang dan memberikan motivasi kepada junior-juniornya yang nantinya akan kita persiapkan di PORPROV 2027.
Apa otomatis yang meraih medali emas sekarang lolos ke PON?
Yang meraih medali emas di PORPROV belum tentu lolos ke PON, karena nanti dipemusatan untuk penjaringan PUSLATDA itu ada seleksi lagi, seleksi fisik, seleksi sebagainya, tapi yang dapat medali di PON kemarin itu menjadi prioritas untuk diberangkatkan ke PON kedepan. Nah yang medali PORPROV ini nanti akan disaring lagi oleh KONI Jatim untuk layak atau tidak masuk ke PON.
Setelah PORPROV 2025, ini kan 2027 kita juga mau mengikuti PORPROV berikutnya, bagaimana persiapannya?
Persiapannya kita sudah diajak diskusi, diajak sharing dengan Kepala DISPORA, Kabupaten Lumajang untuk mempersiapkan PORPROV Jatim 10 tahun 2027 karena pemerintah Kabupaten Lumajang dalam hal ini bupati, wakil bupati menginginkan PORPROV yang ke depan itu kita masuk 10 besar. Nah ini strategi-strategi yang kita lakukan. Jadi setelah selesainya ini kita segera evaluasi, kemudian nanti kita persiapkan tahun depan program penjaringan atlet di semua wilayah yang ada di Kabupaten Lumajang, mulai dari tingkat desa hingga tingkat kecamatan, kita seleksi dengan benar melalui sebuah kejuaran PORKAB (Pekan Olahraga Kabupaten) baru kita ngelaksanakan pemusatan.
Terakhir, bagaimana pesan untuk ketua-ketua cabor dan atletnya supaya meningkatkan prestasi?
Mari kita sama-sama melakukan yang terbaik untuk olahraga prestasi di Kabupaten Lumajang karena bagaimanapun KONI tidak akan bisa berjalan lancar, tidak akan bisa sukses tanpa ada kontribusi juga tanpa ada kolaborasi dengan cabor-cabor. Dan juga sudah tentu kita juga butuh support, butuh dukungan dari pemerintah dalam hal ini, Bupati, Wakil Bupati, melalui DISPORA Kabupaten Lumajang, dan juga kita mohon dukungan penganggaran juga dari DPRD untuk kesuksesan PORPROV yang akan datang. Apabila tidak ada kolaborasi yang baik, khususnya KONI dengan cabor-cabor ini, saya kira kita juga akan kesulitan untuk menembus target 10 besar di 2027.
Maaf satu lagi untuk pemerintah, reward Lumajang itu di kisaran angka 20 juta, di Kabupaten lain mungkin ada yang besar, apa pesan KONI untuk pemerintah? Apakah minta dinaikan atau bagaimana?
Alhamdulillah atlit Lumajang ini punya dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada daerahnya, sehingga pada saat pelepasan kemarin sudah disampaikan oleh Bunda Indah kalau rewardnya emas itu 20 juta dari pemerintah, yang 5 juta mentas dari KONI, sehingga total 25 juta. Sedangkan di daerah lain ada yang 30 juta sampai 50 juta. Dan Alhamdulillah, atlit-atlit kita tidak ada yang tergiur untuk pindah keluar dari Lumajang. Karena apa? Kita sendiri memberikan pemahaman kepada atlet bahwa tidak semata-mata mengejar bonus, karena kita memahami bahwa daerah-daerah yang memberikan bonus besar mungkin mempunyai kemampuan penerimaan PAD yang lebih besar daripada lumajang. Sehingga itu sudah dipahami oleh atlet-atlet Kabupaten Lumajang, khususnya yang punya rasa loyalitas, dan cinta sama daerahnya.
Terima kasih, Pak Budi.
Itulah hasil wawancara dengan KETUM KONI Lumajang Budi Satria, SE yang sempat diragukan karena tak pernah memimpin Organisasi sebesar KONI dia menjawab dengan prestasi membanggakan masyarakat Lumajang., Bravo KONI Lumajang ( Joe).