KABUT ASAP KARHUTLA MAKIN PEKAT, WARGA SAMBAS MULAI KESULITAN AIR BERSIH

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Sambas Mulai Kesulitan Air Bersih
SAMBAS, KALIMANTAN BARAT — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, semakin pekat. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun hingga sekitar 200 meter dan kualitas udara memburuk.
Berdasarkan kondisi di lapangan, kabut asap terlihat menyelimuti kawasan permukiman dan aliran sungai. Pandangan ke arah seberang sungai tampak tertutup kabut, sementara kondisi air sungai terlihat keruh.

Situasi ini berlangsung di tengah cuaca yang masih kering. Warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga kebutuhan air sehari-hari menjadi persoalan yang semakin mendesak.
Pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat karhutla menyusul meluasnya kebakaran di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Jawai, Teluk Keramat, Paloh, dan Galing.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap mulai dirasakan dari sisi kesehatan. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih ketika beraktivitas di luar ruangan akibat kondisi udara yang dipenuhi asap.
Dengan jarak pandang yang terus menurun, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melakukan perjalanan, terutama pengguna kendaraan di jalur yang terdampak kabut asap. Kondisi kualitas udara dan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian penting selama status tanggap darurat karhutla berlangsung.
Krisis air bersih dan memburuknya jarak pandang menjadi dua persoalan yang kini dihadapi warga Sambas di tengah kepungan kabut asap karhutla.(Amrul Tabloid Bidik Operation News/ajmgroup Media)