DISDIKBUD SAMBAS GAGAS PROGRAM SAGUSAKESAKAI UNTUK MAJUKAN PENDIDIKAN

Disdikbud Sambas Gagas Program SAGUSAKESAKAI untuk Majukan Pendidikan
Sambas – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas menggagas program Satu Guru Satu Kecamatan Satu Karya Inovatif (SAGUSAKESAKAI) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Kabupaten Sambas.
Program ini mewajibkan setiap perwakilan guru dari masing-masing kecamatan untuk menghasilkan setidaknya satu karya, metode, atau media pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar guna meningkatkan mutu pendidikan.
SAGUSAKESAKAI merupakan bagian dari inovasi daerah yang dikembangkan oleh Disdikbud Kabupaten Sambas. Hingga saat ini, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SAGUSAKESAKAI telah dilaksanakan di 19 kecamatan, baik melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) maupun Kelompok Kerja Guru (KKG).

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu inovator SAGUSAKESAKAI, Rudi Hartono, S.Hut., S.Pd., kepada wartawan pada Selasa (15/7/2026).
“Semua kecamatan telah kita jadwalkan melalui kerja sama dengan Komunitas Guru Penulis Sambas. Sementara mata pelajaran yang menjadi fokus pembinaan ada enam, yakni IPA, IPS, PPKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pendukung lainnya,” ujarnya.
Rudi menjelaskan, program SAGUSAKESAKAI memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya:
Menciptakan inovasi baru dalam metode pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi serta profesionalisme guru dengan pendekatan yang mudah, menarik, menantang, dan menyenangkan berbasis multiproduk.
Meningkatkan kemampuan guru dalam menghasilkan karya inovatif yang layak digunakan dalam pembelajaran di kelas.
Membantu guru melengkapi administrasi yang terintegrasi dengan penilaian kinerja guru.
Mendorong peningkatan karier guru menuju jenjang pangkat yang lebih tinggi secara lebih mudah dan cepat.
Memberikan kesempatan yang lebih luas bagi guru untuk mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi di tengah keterbatasan anggaran APBD.
Menurut Rudi, manfaat yang diperoleh peserta Bimtek SAGUSAKESAKAI sangat besar, terutama dalam meningkatkan kemampuan guru untuk berinovasi dan menghasilkan karya yang mendukung proses pembelajaran.
“Dampak dari kegiatan Bimtek SAGUSAKESAKAI ini diharapkan mampu mengubah mindset guru bahwa mendesain karya inovatif ternyata mudah dan sangat menyenangkan. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kemampuan literasi guru,” ungkapnya.
Melalui program SAGUSAKESAKAI, Disdikbud Kabupaten Sambas berharap lahir lebih banyak inovasi pembelajaran dari para guru yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.(Amrul Tabloid Bidik Operation News/ajmgroup Kalbar Kabupaten.Amr/tim)