PETA DIASPORA SEGERUNDING UNGKAP JEJAK PERANTAU SEGERUNDING MENEMBUS NUSANTARA HINGGA DUNIA MELAYU

Peta Diaspora Segerunding Ungkap Jejak Perantau Segerunding Menembus Nusantara hingga Dunia Melayu

SAMBAS – Sunardi mengungkapkan bahwa jejak diaspora masyarakat Segerunding dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menunjukkan sejarah panjang perantauan yang telah membentuk konektivitas sosial, budaya, dan ekonomi hingga ke berbagai wilayah Nusantara dan dunia Melayu, (27/6/2026).

Melalui infografis bertajuk “Peta Diaspora Segerunding, Jejak Perantau Segerunding ke Dunia Melayu dan Dunia”, terlihat bahwa perantau Segerunding telah menyebar ke sejumlah daerah strategis seperti Banten, Aceh, Sarawak, Brunei Darussalam, Johor, Banjar, Riau, Jawa, Landak, Mempawah, hingga Sukadana/Matan.

Menurut Sunardi, perpindahan masyarakat Segerunding sejak masa lampau bukan sekadar perjalanan mencari penghidupan, tetapi juga bagian dari misi besar dalam membawa nilai adat, budaya, agama, dan jaringan perdagangan.

“Diaspora Segerunding sejak dahulu dikenal memiliki semangat merantau yang kuat. Mereka pergi untuk mencari ilmu, rezeki, dan kehormatan, namun tetap memegang teguh identitas budaya serta hubungan dengan tanah kelahiran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan diaspora ini memiliki peran penting dalam penyebaran pengaruh masyarakat Sambas, khususnya dalam bidang perdagangan maritim, pendidikan, pemerintahan, hingga dakwah Islam di kawasan Melayu.

Wilayah seperti Brunei Darussalam dan Sarawak disebut memiliki keterkaitan historis yang erat dengan masyarakat Segerunding.

Sementara di wilayah Nusantara seperti Banten, Aceh, dan Banjar, para perantau berkontribusi dalam penguatan jaringan perdagangan dan penyebaran nilai keagamaan.

Sunardi menambahkan bahwa salah satu ciri khas diaspora Segerunding adalah kemampuan beradaptasi yang tinggi tanpa kehilangan akar budaya. Mereka dikenal mudah dipercaya, memiliki etos kerja kuat, serta menjaga solidaritas antarsesama perantau.

“Bulat aek karne pembuluh, bulat mufakat karne musyawarah, tapi tanah Segerunding selalu di hati,” kutip Sunardi, mengingatkan filosofi yang menggambarkan kuatnya ikatan emosional masyarakat perantau terhadap kampung halaman.

Ia berharap peta diaspora ini dapat menjadi bahan edukasi sejarah sekaligus pemantik bagi generasi muda Sambas untuk lebih mengenal akar peradaban leluhur mereka.

Menurutnya, dokumentasi sejarah diaspora sangat penting agar kontribusi masyarakat Segerunding dalam peradaban Melayu tidak hilang ditelan zaman.

“Ini bukan sekadar peta migrasi, tetapi catatan perjalanan identitas, perjuangan, dan warisan sejarah masyarakat Segerunding dari Sambas untuk dunia,” tutupnya.(Amrul Bidik News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *