EKS KAPOLRES LUMAJANG “KOMANDAN COBRA” MASUK 3 BESAR HOEGENG AWARDS 2026, DIUSULKAN WARGA TANPA DIMINTA

Eks Kapolres Lumajang “Komandan Cobra” Masuk 3 Besar Hoegeng Awards 2026, Diusulkan Warga Tanpa Diminta

LUMAJANG – Nama Muhammad Arsal Sahban kembali menggema. Tujuh tahun setelah meninggalkan Lumajang, mantan Kapolres yang dikenal sebagai “Komandan Cobra” itu justru mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat.

Bukan karena jabatan baru, melainkan karena integritasnya yang masih kuat diingat. Arsal Sahban kini resmi masuk tiga besar Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas — kategori paling bergengsi sekaligus paling ketat dalam ajang tersebut.

Yang membuatnya istimewa, pencalonan ini murni datang dari masyarakat. Tanpa diminta, tanpa kampanye, warga Lumajang dari berbagai kalangan secara sukarela mengusulkan namanya.

“Komandan Cobra” yang Bikin Begal Gentar
Saat menjabat Kapolres Lumajang, Arsal dikenal luas lewat gebrakan Tim Cobra — satuan khusus yang bergerak cepat memberantas begal dan kriminal jalanan.

Di masa itu, aksi kejahatan jalanan sempat meresahkan warga. Namun pendekatan tegas Arsal mengubah keadaan. Penindakan dilakukan tanpa kompromi namun tetap terukur.

Tak butuh waktu lama, nama “Cobra” menjadi simbol ketegasan hukum. Para pelaku kejahatan dibuat gentar, sementara masyarakat kembali merasa aman.

Namun bukan hanya keberanian yang membuatnya dikenang. Arsal dikenal sebagai sosok sederhana, dekat dengan masyarakat, dan konsisten menjaga integritas. Ia tidak hanya bekerja di lapangan, tetapi juga membangun kepercayaan publik.

Lolos di Kategori Paling Sulit
Masuknya Arsal ke tiga besar bukan perkara biasa. Kategori Polisi Berintegritas dalam Hoegeng Awards dikenal sebagai yang paling sulit.

Ajang ini merujuk pada sosok Hoegeng Iman Santoso, figur polisi yang menjadi simbol kejujuran dan keteguhan moral.

Penilaian dilakukan sangat ketat dan berlapis, meliputi: pemeriksaan LHKPN, analisis potensi konflik kepentingan, gaya hidup kandidat, rekam jejak selama bertugas, hingga verifikasi dari berbagai sumber independen.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut kategori ini paling kompleks.
“Tidak bisa menilai seseorang hanya dari satu sisi. Semua aspek harus dilihat secara menyeluruh, termasuk integritas pribadi,” tegasnya.

Senada, Alissa Qotrunnada Wahid menekankan bahwa standar dalam kategori ini tidak bisa ditawar.
“Harus benar-benar bersih, jujur, dan konsisten menjunjung kode etik,” ujarnya.

Bukti Cinta Warga Lumajang
Bagi warga Lumajang, masuknya Arsal ke tiga besar bukan sekadar prestasi individu, tetapi kebanggaan bersama.

Meski sudah lama bertugas di tempat lain, nama Arsal tetap hidup di tengah masyarakat. Rasa aman yang pernah ia hadirkan, serta keberanian dalam memberantas kejahatan, masih membekas hingga kini.

Dukungan spontan dari warga menjadi bukti kuat bahwa integritas tidak bisa direkayasa. Ia lahir dari tindakan nyata yang konsisten.

Lebih dari Sekadar Penghargaan
Kini publik menanti hasil akhir Hoegeng Awards 2026.

Namun satu hal sudah jelas: bagi masyarakat Lumajang, Arsal Sahban telah menjadi pemenang sejak lama. Karena penghargaan sejati bukan hanya soal trofi, melainkan kepercayaan yang tetap terjaga — bahkan setelah waktu berlalu dan jabatan berganti.( Joe).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *