LKP PERMATA PALOH, OASE KETRAMPILAN DI BERANDA DEPAN NEGARA

​LKP Permata Paloh, Oase Keterampilan Di Beranda Depan Negara
​Oleh: Lukmanul Hakim, M.Pd.
(Pemerhati Pendidikan dan Sosial Kabupaten Sambas)


​SAMBAS – Peresmian Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP) Permata Paloh di Desa Nibung, Kecamatan Paloh pada Selasa (31/3/2026), bukan sekadar seremonial gunting pita biasa. Bagi saya, ini adalah momentum besar dalam memperkokoh struktur pembangunan pendidikan di Kabupaten Sambas, khususnya di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
​Sebagai pemerhati pendidikan, saya melihat kehadiran LKP ini sebagai jawaban atas tantangan disparitas (kesenjangan) akses keterampilan antara desa dan kota. Selama ini, pusat-pusat pelatihan bahasa seringkali menumpuk di ibu kota kabupaten atau provinsi. Hadirnya LKP Permata Paloh di Desa Nibung adalah langkah “jemput bola” yang sangat progresif.


​Bahasa Asing: Senjata Baru Pemuda Paloh
​Pilihan program kursus Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris di lembaga ini sangatlah strategis. Kita harus jujur bahwa Paloh adalah “Beranda Depan” Indonesia. Dengan potensi wisata Pantai Temajuk yang mendunia dan kedekatan geografis dengan Malaysia, penguasaan bahasa internasional bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan dasar (basic need).


​Bahasa Inggris akan membuka gerbang bagi pemuda setempat untuk berkomunikasi dengan turis mancanegara, menjadikan mereka tuan rumah yang kompeten di tanah sendiri.
​Bahasa Mandarin memberikan nilai tawar luar biasa di tengah derasnya arus investasi dan kerja sama perdagangan di wilayah Kalimantan Barat.


​Menambah Komponen Kampus dan Vokasi
​Secara sosiologis, LKP ini menambah komponen penting dalam ekosistem pendidikan kita. Jika sekolah formal dan kampus memberikan fondasi akademik, maka LKP memberikan “senjata tajam” berupa keahlian praktis. Ini adalah bentuk penguatan modal manusia (human capital) yang akan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Sambas.


​Pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berhenti pada gedung-gedung megah di kota, tapi harus menyentuh urat nadi kehidupan di desa-desa seperti Nibung. LKP Permata Paloh adalah bukti bahwa semangat “Sambas Berkemajuan” bisa diwujudkan melalui kolaborasi pendidikan non-formal yang berkualitas.


​Harapan ke Depan, Saya berharap LKP Permata Paloh tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi mampu membangun jejaring (networking) dengan dunia industri dan pariwisata. Pemerintah daerah dan stakeholder terkait harus mendukung penuh inisiatif seperti ini agar keberlanjutannya terjaga.


​Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik bagi anak-anak Paloh untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton di tengah kemajuan zaman, melainkan menjadi pemain utama yang percaya diri dengan kemampuan komunikasi global mereka.(Amrul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *