HARI LAHIR PANCASILA 2026, NOPRIYANTO: KODE ETIK JURNALISTIK ADALAH WUJUD PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA

Hari Lahir Pancasila 2026, Nopriyanto: Kode Etik Jurnalistik Adalah Wujud Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila
Sambas- Memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, jurnalis Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Nopriyanto, mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang berkeadaban, termasuk dalam praktik jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik yang menjadi pedoman kerja wartawan di Indonesia.

“Sebagai jurnalis, kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar, akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan. Nilai-nilai itu sejatinya sejalan dengan semangat Pancasila yang mengedepankan kejujuran, keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap sesama,” kata Nopriyanto. Senin, 1 Juni 2026.
Ia menilai bahwa tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi dan media sosial. Kecepatan penyebaran informasi sering kali membuat sebagian pihak mengabaikan proses verifikasi, sehingga berpotensi menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat.
Karena itu, Nopriyanto menegaskan bahwa Kode Etik Jurnalistik harus tetap menjadi pegangan utama bagi setiap wartawan. Menurutnya, disiplin dalam melakukan verifikasi, menghormati narasumber, serta mengutamakan kepentingan publik merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kerja jurnalistik sehari-hari.
“Pancasila mengajarkan tanggung jawab moral kepada setiap warga negara. Dalam profesi jurnalistik, tanggung jawab itu diwujudkan melalui pemberitaan yang mendidik, mencerdaskan, serta mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pers memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan bangsa. Oleh sebab itu, wartawan harus mampu menghadirkan informasi yang menenangkan, mencerahkan, dan tidak memperkeruh suasana, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan.
Nopriyanto berharap momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas, independensi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Pancasila dan Kode Etik Jurnalistik memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga nilai kemanusiaan, keadilan, dan kehidupan yang harmonis. Ketika keduanya dijalankan secara konsisten, maka pers akan semakin dipercaya masyarakat sebagai sumber informasi yang kredibel dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Amrul Bidik News)