FESTIVAL KARNAVAL BUDAYA NUSANTARA DI DESA ROWOKANGKUNG, LUMAJANG MERIAHKAN HUT RI KE-80 KADES TOTOK IKUT KARNAVAL

Festival Karnaval Budaya Nusantara Di Desa Rowokangkung, Lumajang Meriahkan HUT RI ke-80 Kades Totok Ikut Karnaval.
Lumajang, Prestasi.
-Desa Rowokangkung, Lumajang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, Desa Rowokangkung menggelar Festival Karnaval Budaya Nusantara yang meriah. Festival ini diikuti oleh 23 peserta yang menampilkan beragam kesenian dan budaya dari seluruh Indonesia, dengan penekanan pada budaya Jawa dan Madura karena mayoritas penduduk desa berasal dari suku tersebut.
Festival ini digelar di sepanjang jalan protokol Desa Rowokangkung pada Selasa (26/8/2025), dimulai pukul 15.00 WIB di Lapangan Desa Rowokangkung dan berkeliling sepanjang jalan protokol desa sebelum kembali ke lapangan.
Kepala Desa Rowokangkung, Totok Haryanto, mengatakan bahwa festival ini menampilkan keanekaragaman budaya Nusantara dan melestarikan tradisi-tradisi lokal. “Kami ingin menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia dan melestarikan tradisi-tradisi lokal,” ujarnya.

Totok Haryanto juga menambahkan bahwa festival ini menggunakan sound system lokal dan tidak menggunakan sound Horg yang dilarang oleh MUI. “Kami ingin menunjukkan bahwa kami adalah masyarakat yang taat hukum dan patuh pada aturan,” katanya. Festival ini tidak hanya menampilkan kesenian dan budaya, tetapi juga mempromosikan keanekaragaman budaya Indonesia dan meningkatkan citra positif Desa Rowokangkung.
Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat membangkitkan para pelaku UMKM, terutama penjual aneka kuliner yang ada di desa, agar mendapatkan penghasilan dan membantu meningkatkan perekonomian mereka. “Kami berharap festival ini dapat membantu meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM dan mempromosikan keanekaragaman budaya Indonesia,” ujar Totok Haryanto.
Festival Karnaval Budaya Nusantara di Desa Rowokangkung dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal, serta mengakomodir kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda. Dengan demikian, festival ini merupakan salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap keanekaragaman budaya Indonesia.( Joe)