MEMBUAT PERADABAN SAMBAS DARI RUANG INTELEKTUAL UNISAS

Membuat Peradaban Sambas Dari Ruang Intelektual UNISAS

“Membuat peradaban sambas dimulai dari ruang Kampus Intelektual Universitas Sultan Muhammad Syafiudin Sambas(UNISAS) sesuai paradigma pendidikan di Indonesia Terwujudnya bangsa atau masyarakat religius yang di akumulasikan dalam Pancasila dan UUD 1945”
Agama Islam sangat mementingkan masalah pendidikan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara seimbang. Al-Qur’an memberikan perhatian serius terhadap pendidikan karena kitab suci ini diturunkan untuk kepentingan manusia demi kebaikan dan kebahagiaan manusia sendiri. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Alaq (96): 1-5 sebagai berikut:
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Allah menurunkan wahyu pertama (Q.S. Al-Alaq 96: 1-5), yang mengintrodusir ajaran membaca yaitu iqra’ (bacalah) dan menegaskan perintah untuk senantiasa “belajar.”Perintah ini merupakan bagian penting dalam proses pendidikan, dengan tujuan utamanya “memanusiakan manusia” atau mengangkat harkat dan martabat manusia (human dignity).


Pendidikan bertujuan menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan berusaha secara seksama dan terstruktur untuk memberikan persamaan hak kepada warga Indonesia untuk wajib belajar 9 tahun. Sebagaimana yang termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 (tentang Sisdiknas) pasal 5 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”. Jadi setiap warga negara Indonesia diberikan kesempatan untuk menyelesaikan wajib belajar 9 tahun, pemerintah memberikan bantuan berupa pendidikan gratis, dengan perbedaan status sosial dan tempat tinggal masyarakat tetap perlu mengenyam pendidikan.


Pendidikan merupakan upaya dalam mengembangkan potensi-potensi manusia baik itu potensi fisik, cipta rasa, maupun karsanya agar potensi tersebut dapat di manfaatkan dalam kehidupan. Pendidikan menjadi pondasi dalam memperbaiki peradaban dengan paradigma tertentu yaitu suatu “cara pandang dunia”. Setiap paradigma mencerminkan “cara pandang” masyarakat tempat berlangsungnya pendidikan tersebut. Oleh karena itu setiap masyarakat memiliki paradigma pendidikan sendiri-sendiri sesuai dengan cara pandang mereka mengenai pendidikan. Berkaitan dengan paradigma pendidikan di Indonesia adalah agar terwujudnya bangsa atau masyarakat religius yang diakumulasikan dalam Pancasila dan UUD 1945.


Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan sumber daya manusia, khususnya untuk membangun generasi muda yang tangguh dan dapat diandalkan. Pendidikan mempunyai peranan sangat strategis dalam pembangunan suatu bangsa. Banyak kajian menyatakan tentang besarnya suatu bangsa dikarenakan pendidikan. Terdapat kuatnya hubungan antara pendidikan sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia dengan kualitas dan kemajuan bangsa yang adil dan makmur.


Pendidikan memberikan bekal kepada peserta didik berupa pengetahuan umum dan pengetahuan agama, sehingga peserta didik memperoleh bekal ketika hidup di masyarakat. Pendidikan agama Islam merupakan bagian pendidikan, pendidikan agama Islam bertujuan membentuk peserta didik untuk memperoleh kehidupan yang bermakna agar mereka dapat mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat. Pendidikan agama Islam mengajarkan anak tata cara beribadah sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri. (Amrul Bidik News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *