AKSI DAMAI: PEJABAT HARUS PUNYA ETIKA DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

Aksi Damai: Pejabat Harus Punya Etika Di mana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung
Sambas (Kalbar) Aksi damai yang tergabung Ormas,LSM ,Wartawan dan Masyarakat Kabupaten Sambas hari ini melakukan orasi di Dinas Kominfo Kabupaten Sambas di lanjutkan Kantor DPRD Kabupaten Sambas, pasalnya pengusiran 4 wartawan yang sedang meliput kegiatan pertemuan di Kantor Kominfo oleh oknum Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat.(25/07/2024)
Dalam orasi unjuk rasa sebagai Korlap Samsul Hidayat dalam pembukaan orasinya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Wartawan/LSM beserta Ormas yang telah mendukung sepenuhnya dan turun bersama-sama untuk melakukan aksi damai dengan beberapa tuntutan yang di lakukan para unjuk rasa secara kompak dengan satu tujuan.
Rizal farizal salah satu korban dari 4 wartawan yang di usir oleh oknum Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat,dalam orasinya dengan tegas dengan suara lantang menyampaikan.

“Kami wartawan bukan preman ,kami sebagai jurnalis punya kode etik,punya adab,dan kami sudah di lindungi Undang -Undang untuk kebebasan pers saat meliput untuk di publikasikan,tapi sangat kami sayangkan,Ombudsman Perwakilan Kalimantan Barat sudah melukai hati saya pribadi dan para insan pers pada umumnya dengan tindakannya yang arogan yang tidak punya etika,punya adab telah mengusir kami saat meliput,” tegas Rizal.
Di depan Kantor Dinas Kominfo Selaku Korlap Samsul Hidayat bersama peserta ujuk rasa menuntut.
“Permintaan maaf secara terbuka kepada wartawan yang terlibat.
” Klarifikasi dan penjelasan mengenai pengusiran.
“Komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa di masa depan.
Di lanjutkan dengan pernyataan sikap.
” Kami mengecam keras tindakan pengusiran wartawan yang di lakukan pada tanggal 18 Juli 2024. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap prinsip kebebasan pers dan hak wartawan untuk melaksanakan tugas jurnalistik secara independen.
“Kami meminta agar pihak-pihak terkait menghentikan segala bentuk intimadasi terhadap wartawan dan menjamin hak-hak mereka untuk meliput berita dengan bebas.
” Kami meminta dukungan dari DPRD Kabupaten Sambas untuk menyikapi tuntutan kami, terhadap pelaku pengusiran,”ucap Samsul.
Drs.U. Heriyansyah selaku Kadis Kominfo Kabupaten Sambas menyikapi dengan positif aksi ujuk rasa di lakukan wartawan/LSM dan ormas pada hari ini.
“Saya sangat mengapresiasi dan ini merupakan koreksi bagi kami sebagai pejabat,baik di daerah provinsi bahkan pejabat pusat,karne kita manusia pasti punya kehilafan dan kesalahan,terima kasih saya ucapkan kawan-kawan di media dan para peserta aksi damai, melakukan unjuk rasa dengan berjalan lancar dan aman.Saya pribadi mengucapkan permohonan maaf atas insiden terhadap kawan-kawan wartawan di kantor saya.Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua selaku pejabat publik,”Imbuh U.Heriyansyah.
Perwakilan LSM Ali menyampaikan Pejabat – pejabat yang ada di Indonesia. Kabupaten Sambas salah satunya harus menghormati adap,etika yang ada di Sambas disitu saya merasa tersinggung dan empati terhadap teman – teman media karna satu perjuangan yakni sosial kontrol.” Terhadap pengusiran wartawan saat melakukan tugas nya mencari berita. Seharusnya tamu harus punya Adab dan etika di mana bumi di pijak di situ langit di junjung” ungkap Ali dengan tegas.(Amrul Bidik News)